SPSS analysis

finishlast
attachment_13.zip

attachment_1 (3).docx

BORANG

No. Dokumen

FO-UGM-BI-07-13

Berlaku sejak

03 Maret 2008

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Revisi

00

LABORATORIUM BIOLOGI UMUM

Halaman

1 dari

Nama : Mohamad Mahdi Alfatoni

NIM : 23/522056/PT/09936

Golongan/Kel: BBB (Senin)/6

Asisten : Fauza Bahtiar Alim

ACARA 3.1

Imitasi Persilangan Monohibrid dan Dihibrid untuk Dominasi Penuh dan Tidak Penuh

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah-istilah seperti gen, genetik, dan genetika. Sebelum kita menjelajah lebih dalam, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan genetika. Genetika adalah cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara mendalam aspek-aspek material genetik, yang mencakup proses pewarisan sifat pada makhluk hidup (Rossi dan Santovito, 2016). Penemuan awal dalam genetika, seperti yang dilakukan oleh Mendel, telah menghasilkan dua prinsip utama: Segregasi (pemisahan acak) dan Independent Assortment (pengelompokan bebas) (Irawan, 2019).

Dalam Hukum Mendel I, dikemukakan bahwa ketika gamet (sel kelamin) terbentuk, alel-alel yang berasal dari kedua induk akan terpisah sehingga setiap gamet akan mengandung satu alel dari masing-masing induk. Prinsip ini dikenal sebagai persilangan monohibrid, yang merupakan cara sederhana untuk mengamati pewarisan sifat antara dua makhluk hidup yang mirip, seperti manusia, hewan, atau tumbuhan, dengan memfokuskan pada satu sifat yang berbeda, seperti warna biji, bentuk biji, atau warna kulit (Irawan, 2019). Di sisi lain, Hukum Mendel II, atau prinsip Berpasangan Bebas, menjelaskan bahwa alel-alel yang berasal dari induk dengan sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi satu sama lain. Konsep ini sangat relevan dalam persilangan dihibrid, yang merupakan cara kompleks untuk memahami pewarisan sifat antara dua makhluk hidup yang mirip, dengan memperhatikan dua sifat yang berbeda. Persilangan dihibrid menjadi lebih rumit karena melibatkan dua lokus genetik (Irawan, 2019). Dalam ilmu genetika, induk dari suatu individu disebut generasi induk (P₁), keturunan dari P₁ disebut generasi keturunan pertama (F₁), dan individu hasil persilangan F₁ disebut generasi keturunan kedua (F₂) (Irawan, 2019).

Dalam praktikum ini, kami menemukan metode evaluasi hasil pengamatan dengan hasil yang diharapkan yang dikenal sebagai Uji Chi-Square. Penggunaan Chi-Square Test menghasilkan empat jenis persilangan yang berbeda. Pertama, persilangan monohibrid dengan dominansi penuh menghasilkan rasio fenotip 3:1, mengungkapkan dua jenis fenotip. Kedua, persilangan monohibrid dengan dominansi parsial atau yang dikenal juga sebagai intermediet menghasilkan rasio fenotip 1:2:1, dengan tiga jenis fenotip yang teridentifikasi. Selanjutnya, dalam persilangan dihibrid dengan dominansi penuh, terlihat empat jenis fenotip dengan rasio 9:3:3:1. Terakhir, dalam persilangan dihibrid dengan dominansi parsial, terdapat sembilan jenis fenotip yang berbeda yang teramati (Piliang et al., 2021).

B. Tujuan

Tujuan dari eksperimen dalam praktikum 3.1 ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang probabilitas pertemuan gen dalam gamet yang terjadi secara acak dan untuk menguji apakah hasil yang diperoleh sesuai atau tidak dengan uji Tes Chi-Square (X2).

II. DAFTAR PUSTAKA

Rossi, E, and Santovito, G, (2016), Introduction to Mendelian Genetics In Primary School, Edulearn16 Conference, Barcelona.

Irawan, B, (2019), Genetika: penjelasan mekanisme pewarisan sifat, Airlangga University Press .

Piliang, FM, Purba, ST, dan Rahayu, AR, (2021) , Genetika. Edisi ke-1, CV Penerbit Qiara Media. Pasuruan .

image1.jpg

MKTG20004_QV_skincare_Data_updated.sav